A. PENGARUH INDUSTRI TERHADAP PENDIDIKAN
Pengaruh nyata dan mudah dilihat Dari sektr industry terhadap sector pendidikan ialah adanya kecenderungan untuk menyusun dan menerapkan kurikulum serta materi pelajaran disekolah maupun universitas agar sesuai dengan kebutuhan sector industry. Apa yang dimaksud dengan pembiasan fungsi (vocational bias) pendidikan dimaksudkan agar tujuan pendidikan dapat mengarahkan siswanya untuk memiliki persiapan didalam bekerja. Pihak industriawan atau pengusaha mengehndaki suatu metode pendidikan yang memungkinkan lulusan sekolah atau perguruan tinggi menjadi tenag
a kerja yang langsung siap pakai.
Beberapa jenis sekolah telah menerapkan suatu vocational bias tertentu. Sekolah teknik yang siswanya kurang lebih berjumlah 6% dari seluruh siswa dari tingkat menengah pertama, diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja terampil bagi pekerjaan manual maupun nonmanual
Namun diantara sekian banyak sekolah menengah pertama yang modern di Sheffield, Carter (1962) menemukan bahwa sejumlah pelajaran praktis yang merupakan vocational bias tidak ditujukan untuk mengarahkan para siswanya terhadap jenis-jenis pekerjaan tertentu, tetapi pelajaran tersebut digunakan untuk mengarahkan dan menyesuaikan bakat dan kemauan siswanya dengan pekerjaan local ditempat tersebut.
Orang yang percaya bahwa pendidkan berfungsi mempersiapkan siswa untuk terjun langsung ke dunia kerja telah mendorong mereka untuk menganggap sekolah sebagai sarana mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ia juga akan mendorong sekolah-sekolah untuik menyusun materi pelajaran yang secara lebih menarik dan terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari. Ia juga akan membantu memecahkan problema yang terjadi pada saat transisi dari sekolah menuju pekerjaan.
Pendidikan Teknik
Pada abad ke 9, dunia industry bersikap acuh dan bahkan kadangkala mengambil sikap bermusukah terhadap pendidikan teknik. Sikap meremehkan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang teknologi telah menghbambat laju pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menurunkan minat para pemudae untuk belajar teknik.
Namun, beberapa factor yang telah muncul kemudian telah menyebabkan perluaasan pendidikan teknik paska perang. Timbulnya krisis ekonomi dan persaingan dari Negara lain dalam pasaran ekspor telah menimbulkan kesadaran akan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi didalam pengetaturan produksi, terutama pada industry baru seperti industry kimia dan elektronika.
B. PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBAN INDUSTRI
Pendidikan serta berbagai latihan keterampilan atau kejuruan yang ada didallam perusahaan merupakan refleksi atau perluasan dari tujuan dan nilai-nilai yang terkandung didalam pendidikan yang akan disampaikan kepada masyarakat luas.
Sistem Magang
Sejak abad pertengahan, system magang sudah dikenal baik dalam dunia perdagangan maupun industry. System magang memiliki sifat paternalistic, yang menggambarkan hubungan bapak dengan anakny, antara seorang mekanik berpengalaman dengan seorang pekerja pemula.
Walaupun sudah berusia lebih dari 20 tahun, penelitian Williams (1957) mengenai system magang ternyata masih cukup relevan dengan situasi dan kondisi sekarang.
Day – release dan Sandwich course
Day release berarti bahwa seorang pekerja mula yang baru masuk mendapatkan hari bebas dari pekerjaannya, biasanyya sehari dalam satu minggu kerja yang harus digunakan untuk mengikuti kursus pada berbagai jenis lembaga pendidikan teknik. Ada tingkatan kursus yang dapat diikuti oleh seorang pekerja , yaitu : pertama kursus untuk menduduki jabatan professional, kedua kursus untuk menjadi teknisi dan ketiga untuk menduduki jabatan sebagai tenaga mekanik.
Sandwich courses, merupakan suatu system pendidikan atau latihan dimana seorang karyawan bekerja dan belajar secara berselang-seling.
Suatu penelitian yang telah dilakukan oleh Cotgrove dan Fuller (1972) menyatakan bahwa pengaruh Sandwich courses terhadap posisi pekerjaan atau jabatan, sosialisasi dan proses pemilihan pekerjaan sangat kecil sekali. Satu-satunya kekuatan sandwich courses adalah kemampuannya untuk meningkatkan motivasi, prestasi dan kecakapan para pekerja.
TENAGA KERJA DAN PENDIDIKAN
Sampai dengan masa perang dunia I, dalam dunia industry terdapat tiga macam kelompok kerja, yang semuanya berkaitan dengan berbagai tingkatan dalam perkembangan teknologinya.
Ketiga macam kelompok itu ialah :
1. Unskilled manual (tenaga kerja tidak terampil)
2. Skilled manual (tenaga kerja terampil)
3. Personal administration dan komersial
Dalam tahun-tahun akhir ini, tenaga kerja untuk skilled semakin kurang diperlukan, akan tetapi jumlah personal administrasi dan komersial semakin lama semakin b Sar. Perbedaan antara tenaga kerja manual dan non manual, yang dalam istilah lama disebut pekerja otot dan pekerja otak semakin lama semakin kabur. Kita sekarang sedang melangkah menuju suatu masa diman dunia buruh sebagian besar terdiri dari berbagai tingkatan tenaga kerja setengah terampil dan teknisi terlatih.
Dengan diperkenalkannya mesin-mesin baru beserta teknologinya telah mengakibatkan kenaikan tajam dalam kecepatan mobilitas jabatan atau perpindahan posisi kerja, dan juga menimbulkan konsekuensi khusus yaitu perlunya pendidikan atau latihan bagi parapekerja.
Rangkaian hubungan lainnya antara industry dan pendidikan adalah adanya kecenderungan dalam berbagai perusahaan besar untuk menghimbau para pekerja seniornya memasukkan putra-putra mereka kesekolah umum.
C. SEKOLAH DAN PEKERJAAN
Masalah transisi dari dunia sekolah memasuki dunia kerja akan menimbulkan dua macam masalah yaitu : aspirasi dan harapan calon pekerja yang baru saja menyelesaikan studinya berkaitan dengan dunia kerja yang akan dimasukinya, dan yang kedua adalah proses pemilihan pekerjaan
Aspirasi dan Harapan
Sekolah memberikan suatu bayangan atau gambaran dari bentuk pekerjaan yang akan didapatkan oleh seseorang. Di sekolah para siswa mendapatkan suatu informasi tentang berbagai pekerjaan yang bisa dan akan mereka lakukan, walaupun mungkin informasi tersebut tidak bersifat langsung bila sekolah yang dimasukinya sekolah ilmu-ilmu social
Berbagai penelitian untuk mengetahui bagaimana anak-anak sekolah dan para pekerja muda didalam memandang berbagai aspek dunia kerja, telah banyak dilakukan oleh para ahli. Penelitian yang dilakukan oleh Musgrave (1966) terhadap sejumlah siswa dan siswi yang berumur antara 14 sampai dengan 20 tahun diwilayah industry di Inggris utara, telah memperlihatkan bahwa sebagian besar mereka menganggap bahwa pekerjaan hanyalah sebagai alat untuk mencapai tujuan hidupnya, tetapi sebagian kecil lainnya beranggapan bahwa justru sekolahlah yang merupakan alat untuk mendapatkan pekerjaan, karena ia dianggap sebagai tujuan akhir.
Maizels (1970) mengambil suatu kesimpulan dari hasil penelitian terhadap sejumlah siswa di Willlesden, salah satu bagian kota London yaitu adanya suatu kepincangan dalam hubungan antara aspirasi dan harapan anak-anak muda disatu pihak, dengan apa yang telah dilakukan oleh berbagai badan pelayanan masyarakat termasuk perusahaan industry dilain pihak.
Sebagian persiapan memasuki dunia kerja, biasanya pihak sekolah memilih sekelompok siswa yang sudah senior untuk melakukan kunjungan keperusahaan untuk mendapatkan pengetahuan praktis dari kegiatan kerja diperusahaan yang dikunjunginya. Hal ini akan memberikan gambaran yang cukup baik bagi para siswa mengenai ruang lingkup pekerjaan yang akan dimasukinya serta cukup berpengaruh terhadap proses pemilihan pekerjaan yang akan dilakukannya.